MAKALAH
KOMUNIKASI MASSA
Di SusunOleh :
Ø RAMADHAN
INSTITUTE AGAMA
ISLAM NEGERI
(IAIN) PALU
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Ilmu Komunikasi Massa”.
Shalawat
serta salam tak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita, baginda Rasulullah Muhammad Saw, beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Penulisan Makalah ini merupakan karya tulis ilmiah karena disusun
berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa relevan dan terarah pada pokok permasalahan
yang berkaitan dengan bidang studi mahasiswa. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih
banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima
saran dan kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Harapan
penulis semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan kepada
semua mahasiswa yang berada di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam IAIN PALU.
Palu, 16 Juni 2014
PENULIS
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ............................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
BAB
II PEMBAHASAN
A. Macam-Macam Komunikasi Massa .............................................................. 2
B. Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Massa .......................................... 12
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan ................................................................................................. 16
B.
Saran ........................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Kehidupan
manusia modern, tidak bisa terlepas dari terpaan media massa, mulai dari buku,
koran, radio, televisi, internet. Bentuk-bentuk media massa tersebut selalu
mewarnai sikap dan perilaku seseorang dalam kesehariannya. Komunikasi
massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan
kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi media ini akan
menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan
suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada
khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah
satu institusi yang kuat di masyarakat.
Dalam
komunikasi massa, media massa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi,
memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak, maka media merupakan hal
yang mutlak dalam komunikasi massa.
Berdasarkan
pengertian dan eksplorasi masalah di ataslah salah satu hal yang menjadi alasan
penting kenapa kita mempelajari komunikasi massa khususnya karena berkaitan
dengan kekuatan besar media baik sebagai minat pribadi, kepercayaan akan
kekuatan dan pengaruhnya, penunjukan fakta bahwa komunikasi massa memiliki
kekuatan ekonomi yang besar, menjadi sumber informasi dan hiburan, serta
adanya konstruksi makna yang dapat menjungkirbalikan pandangan dunia kita.
(Burton, 2008)
B.
Rumusan masalah
1.
Bagaimanakah
bentuk-bentuk komunikasi massa?
2.
Bagaimana Kelebihan
dan kekurangan komunikasi massa?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Macam-Macam Komunikasi Massa
Jenis dan Bentuk-Bentuk Komunikasi Massa
1.
Surat Kabar
Menurut Agee, surat kabar memiliki
tiga fungsi utama dan fungsi sekunder. Fungsi utama media adalah : (1) to
inform (menginformasikan kepada pembaca secara objektif tentang apa yang
terjadi dalam suatu komunitas, negara dan dunia, (2) to comment (mengomentari
berita yang disampaikan dan mengembangkannya ke dalam focus berita, (3) to
provide (menyediakan keperluan informasi bagi pembaca yang membutuhkan barang
dan jasa melalui pemasangan iklan di media.
Fungsi Sekunder media adalah : (1)
untuk mengkampanyekan proyek-proyek yang bersifat kemasyarakatan, yang
diperlukan sekali untuk membantu kondisi-kondisi tertentu, (2) memberikan
hiburan kepada pembaca dengan sajian cerita komik,kartun dan cerita-cerita khusus,
(3) melayani pembaca sebagai konselor yang ramah, menjadi agen informasi dan
memperjuangkan hak.
a. Sejarah Singkat Surat Kabar
Zaman Belanda, di Jakarta terbit Javasche Courant tahun 1828
isinya tentang berita resmi pemerintah, berita lelang dan berita kutipan harian
di Eropa. Surat kabar pada masa itu tidak mempunyai arti secara politis karena
lebih merupakan surat kabar periklanan. Tirasnya mencapai 1000-1200 eksemplar
setiap kali terbit. Pada tahun 1885 terdapat 16 surat kabar berbahasa Belanda
dan 12 surat kabar berbahasa Melayu satu berbahasa Jawa yang terbit di Solo.
1) Zaman Jepang
Jepang datang, surat kabar diambil
alih secara pelan-pelan. Beberapa surat kabar disatukan dengan alasan untuk
menghemat alat-alat, tenaga. Tujuan sebenarnya adalah agar pemerintah dapat
memperketat pengawasan terhadap isi surat kabar. Kantor Berita Antara pun
diambil alih dan diteruskan oleh kantor Berita Yashima. Surat kabar bersifat
propaganda dan memuji-muji pemerintah dan tentara Jepang.
2) Zaman Kemerdekaan
Surat kabar yang diterbitkan pada
masa itu merupakan tandingan dari surat kabar yang diterbitkan pemerintahan
Jepang. Pada zaman ini, banyak sekali pembredelan surat kabar karena isi
bersifat propaganda bagipemeritnah pada waktu itu, seperti surat kabar Berita
Indonesia, Harian rakyat, Soera Indonesia.
3) Zaman Orde Lama
Setelah dekrit 5 Juli 1959, terdapat
larangan kegiatan politik, termasuk pers. Persyaratan mendapatkan SIT dan Surat
Izin Cetak diperketat.
4) Zaman Orde Baru
Pertumbuhan pers cukup marak di satu
pihak cukup menggembirakan, tapi di pihak lain perlu diwaspadai. Pertumbuhan
pers yangbebas dan merdeka, suatu pertanda bahwa kehidupan demokrasi terjamin.
Penggunaan hak kebebasan pers yang kurang wajar dan bertanggung jawab, masih
banyak surat kabar yang terdorong oleh tujuan komersil ataupun motif lainnya
menyajikan berita-berita sensasional yang pada gilirannya akan dapat merusak
stabilitas nasional. Pemerintah memberikan ganjaran berupa pencabutan Surat
Izin Terbit, dan Surat izin Usaha Penerbitan Pers, seperti Sinar Harapan,
tabloid Monitor dan Detik, majalah Tempo dan Editor.
b. Fungsi Surat Kabar
Dari empat fungsi media massa
(informasi, edukasi, hiburan dan persuasive), fungsi yang paling menonjol pada
surat kabar adalah informasi. Hal ini sesuai dengan tujuan utama khalayak
membaca surat kabar, yaitu keingintahuan akan setiap peristiwa yang terjadi di
sekitarnya. Fungsi hiburan dapat ditemukan pada rubric artikel ringan, feature,
komik atau kartun seta cerita bersambung. Fungsi mendidik dan mempengaruhi akan
ditemukan pada artikel ilmiah, tajuk rencana atau editorial dan rubric opini.
Fungsi pers bertambah, yiatu sebgai alat kontrol sosial yang konstruktif.
c. Karakteristik Surat Kabar
Untuk dapat memanfaatkan media massa
secara maksimal dan tercapainya tujuan komunikasi, maka seorang komunikator
harus memahami kelebihan dan kekurangan media tersebut. Karakteristik surat
kabar sebagai media massa mencakup: publisitas, periodisitas, universalitas,
aktualitas dan terdokumentasikan.
Untuk menyerap isi surat kabar, dituntut
kemampuan intelektualitas tertentu. Khalayak yang buta huruf tidak dapat
menerima pesan surat kabar begitu juga yang berpendidikan rendah.
d. Kategorisasi Surat Kabar
Dilihat dari ruang lingkupnya, surat kabar nasional,
regional, dan local. Ditinjau dari bentuknya, ada surat kabar biasa dan
tabloid. Dilihat dari bahasa yang digunakan, ada surat kabar Berbahasa
Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah.
2.
Majalah
Menurut Dominick, klasifikasi
majalah dibagi kedalam lima kategori utama, yakni: (1) general consumer
magazine (majalah konsumen umum), (2) business publication (majalah bisnis),
(3) literacy reviews and academic journal (kritik sastra dan majalah ilmiah),
(4) newsletter (majalah khusus terbita berkala), (5) Public Relations Magazines
(Majalah Humas).
a. Sejarah Majalah Di Indonesia
Keberadaannya dimulai pada masa
menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia. Tahun 1945 terbit majalah bulanan
dengan nama Panja raja pimpinan Markoem Djojo Hadisoeparto
1) Awal Kemerdekaan
Majalah Revue Indoensia yang
diterbitkan oleh Soemanang, SH telah mengemukakan gagasannya perlunya
koordinasi penerbitan surat kabar yang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Terbit
semuanay dengan satu tujuan, yaitu menghancurakan sisa-sisa kekuasaan Belanda,
mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa
persatuan nasional utnuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan
rakyat.
2) Zaman Orde Lama
Penguasa Perang Tertinggi
mengeluarkan pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan majalah di seluruh
Indonesia. Pedoman itu intinya adalah surat kabar dan majalah wajib menjadi
pendukung, pembela dan alat penyebar. Pada masa ini perkembangan majalah tidak
begitu baik, karena relative sedikit majalah yang terbit.
3) Zaman Orde baru
Banyak majalah yang terbit dan cukup
beragam jenisnya. Hal ini sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia
yang makin baik, serta tingkat pendidikan masyarakat yang makin maju.
b. Kategori majalah
Tipe majalah ditentukan oleh sasaran
khalayak yang dituju, artinya redaksi sudah menentukan siapa yang akan menjadi
pembacanya. Kategori majalah pada masa Orde baru; majalah berita, keluarga,
wanita, pria, remaja wanita, remaja pria, anak-anak, ilmiah popular, umum,
hukum, pertanian, humor, olahraga, daerah.
c. Fungsi Majalah
Fungsi majalah mengacu pada sasaran
khalayak yang spesifik.
d. Karakteristik Majalah
Majalah media yang paling simple
organisasinya, relative lebih mudah mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal
yang banyak. Majalah tetap dibedakan dengan surat kabar karena majalah memiliki
karakteristik tersendiri : Penyajian lebih dalam, Nilai aktualitas Lebih lama,
Gambar/Foto lebih banyak, Cover/sampul sebagai daya tarik.
3.
Radio
Radio adalah media elektronik tertua
dan sangat luwes. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia, dengan mengembangkan
hubungan saling menguntungkan dan melengkapi dengan media lainnya. Keunggulan
radio adalah berada dimana saja, di tempat itdur, di dapur, di dalam mobil, di
kantor, di jalan, di pantai dan berbagai tempat lainnya.
a. Sejarah Radio
1) Zaman Belanda
Siaran
pertama di Indonesiaialah bataviase radio siaran Vreniging (BRV) di Batavia
yang resminya pada tanggal 16 Juni 1925 pada saat Indonesia masih dijajah
Belanda dan berstatus swasta, kemudian berdirilah radio di daerah karena
mendapat bantuan dari Hindia Belanda.
2) Zaman Jepang
Radio siaran yang tadinya berstatus
perkumpulan swasta dinonaktifkan dan diurus oleh jawatan khusus bernama Hoso
Kanri Kyoku, merupakan pusat radio yang berkedudukan di Jakarta. Namun beberapa
pemuda secara sembunyi-sembunyi mendengarkan siaran luar negeri, sehingga
mereka dapat mengetahui bahwa pada Jepang telah menyerah kepada sekutu.
3) Zaman Kemerdekaan
Ketika proklamasi tidak dapat
disiarkan melalui siaran radio, karena masih dikuasai oleh Jepang. Baru pada
tanggal 18 Agustus naskah proklamasi dapat didengar di seluruh tanah air.
Tanggal 11 September dibentuk sebuah organisasi radio siaran (RRI).
4) Zaman Orde baru
Peran dan fungsi radio ditingkatkan
selain berfungsi sebagai media informasi dan hiburan, pada masa orde baru,
radio siaran melalui RRI menyajikan acara pendidikan dan persuasi. Selanjutnya,
station RRI regional juga membantu menginformasikan program-program pemerintah,
seperti Keluarga Berencana, kebersihan lingkungan, imunisasi ibu hamil dan
balita.
b. Radio Siaran Sebagai The Fifth
Estate
Surat kabar memperoleh julukan
sebagai kekuatan keempat, maka radio siaran mendapat julukan kekuatan kelima
atau the fifith estate. Karena radio siaran juga dapat melakukan fungsi kontrol
sosial seperti surat kabar, disamping empat fungsi lain yakni memberi
informasi, menghibur, mendidik dan melakukan persuasi. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kekuatan radio siaran adalah daya langsung, daya tembus dan daya
tarik.
c. Karakteristik Radio Siaran
Pada Radio siaran terdapat cara
tersendiri, yakni apa yang disebut radio siaran style atau gaya radio siaran.
Gaya radio siaran ini disebabkan oleh sifat radio siaran yang mencakup :
Imanjinatif, Auditori, Akrab, Gaya Percakapan.
4.
Televisi
Dari semua media massa, televisilah
yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Televisi dijejali hiburan,
berita dan iklan. Mereka menghabiskan waktu menonton televisi sekitar tujuh jam
dalam sehari. Televisi mengalami perkembangan secara dramatis terutama melalui
pertumbuhan televise kabel. Sistem penyampaian program lebih berkembang lagi,
kini sedikitnya terdapat lima metode penyampaian program televise yang telah
dikembangkan : Over the air reception of network and local station program,
Cable, Digital Cable, Wireless Cable, Direct Broadcast satellite (DBS).
a. Siaran Televisi di Indonesia
Dimulai pada tanggal 24 Agustus
1962, bertepatan dengan berlangsungnya pembukaan pesta olah raga Asean Games di
Senayan. Selama tahun 1962-1963 TVRI berada di udara rata-rata satu jam sehari
dengan segala kesederhanaannya. Sejalan dengan kepentingan pemerintah dan
keinginan rakyat Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah, pada tanggal 16
Agustus 1976 diresmikan penggunaan satelit Palapa A2, selanjutnya Palapa B,
Palapa B-2, Palapa B2R dan Palapa B-4 yang diluncurkan tahun 1992. Televisi
siaran dan radio siaran, serta media lainnya berperan saling mengisi. Televise
siaran menggeser radio siaran mungkin dalam hal porsi iklan.
b. Fungsi Televisi
Memberikan informasi, menghibur dan
memujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televisi. Tujuan
utama khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh hiburan, selanjutnya
untuk memperoleh informasi.
c. Karakteristik Televisi
Ditinjau dari stimulasi alat indera,
dalam radio siaran, surat kabar dan majalah hanya satu alat indera yang mendapat
stimulus, yaitu : Audiovisual, Berpikir dalam Gambar, Pengoperasian lebih
Kompleks
d. Faktor yang perlu diperhatikan
Pesan yang akan disampaikan melalui
media televisi, memerlukan pertimbangan-pertimbangan lain agar pesan tersebut
dapat diterima oleh khalayak sasaran. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan itu
adalah pemirsa, waktu, durasi dan metode penyajian.
5.
Film
Gambar bergerak adalah bentuk
dominan dari komunikasi massa. Film lebih dulu menjadi media hiburan dibanding
radio siaran dan televisi. Menonton televisi menjadi aktivitas populer bagi
orang Amerika pada tahun 1920-an sampai 1950-an. Film adalah industri bisnis
yang diproduksi secara kreatif dan memuhi imajinasi orang-orang yang bertujuan
memperoleh estetika.
a. Perfilman di Indonesia
Film pertama yang diputar berjudul
lady Van Java yang diproduksi di Bandung pada tahun 1926 oleh David. Pada saat
perang Asia Timur Raya di penghujung tahun 1941, perusahaan perfilman yang
diusahakan oleh orang Belanda dan Cina itu berpindah tangan kepada pemerintah
Jepang. Jepang telah memanfaatkan film untuk media informasi dan propaganda.
Setelah proklamasi kemerdekaan, maka pada tanggal 6 Oktober 1945 Nippon Eiga
Sha diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 6
Oktober 1945 lahirlah Berita Film Indonesia atau BFI bersamaan dengan pindahnya
Pemerintah RI dari Yogyakarta. BFI bergabung dengan Perusahaan Film Negara,
yang pada akhirnya berganti nama menjadi Perusahaan Film Nasional.
b. Fungsi Film
Khalayak menonton film terutama
untuk hiburan. Akan tetapi dalam film terkandung fungsi informatif maupun
edukatif, bahkan persuasif. Film nasional dapat digunakan sebagai media edukasi
untuk pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building.
Fungsi edukasi dapat tercapai apabila film nasional memproduksi film-film
sejarah yang objektif atau film dokumenter dan film yang diangkat dari
kehidupan sehari-hari secara berimbang.
c. Karakteristik Film
Faktor-faktor yang dapat menunjukkan
karakteristik film adalah layar lebar, pengambilan gambar, konsentrasi penuh
dan identifikasi psikologis
d. Jenis-jenis Film
Bagi seorang komunikator adalah
penting untuk mengetahui jenis-jenis film agar dapat memanfaatkan film tersebut
sesuai dengan karakteristiknya. Film dapat dikelompokkan pada jenis film
cerita, film berita, film dokumenter, dan film kartun
6.
Komputer dan Internet
Situs juga menjadikan sumber
informasi untuk hiburan dan informasi perjalanan wisata. Pengguna internet
menggantungkan pada situs untuk memperoleh berita. Dua sampai tiga pengguna
internet mengakses situs untuk mendapatkan berita terbaru setiap minggunya. Industri
media komputer memiliki beberapa bidang utama, antara lain: pabrik perangkat
keras kompputer, perangkar lunak komputer. Content provider adalah yang
mengembangkan isi dan database yang didistribusikan melalui jaringan komputer.
Bagian dari perangkat lunak komputer terdapat pula Internet Service Provider
(ISPs), yakni perusahaan yang menjual akses internet.
Bisnis perangkat keras komputer
terbagi menjadi empat bidang umum : (1) the computer terdiri dari
supercomputers, mainframes, maincomputers, workstations dan personal computer
(2) storage devices (3) peripheral seperti printer dan modem (4) komponen atau
material komputer.
Perangkat lunak komputer terbagi ke
dalam tiga bidang utama, (1) prepackeged software, yang merancang sistem
terpadu untuk penggunaan lebih luas dan otomatis (2) prepackage software, yang
menyediakan aplikasi-aplikasi program populer seperti word processing,
electronic spreadsheet, computer games untuk personal computer (3) software
industry, untuk pembuatan gambar bergerak atau film.
Menurut Laquey, internat merupakan
jaringan longgar dari ribuan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh
dunia. Misi awalnya adalah sarana bagi para peneliti untuk mengakses data dari
sejumlah sumber daya perangkat keras menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat
dan efektif. Saat ini internet telah tumbuh menjadi sedemikian besar dan
berdaya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat diabaikan.
Menurut Laquey, asal mula internet
adalah tercipta suatu ledakan tak terduga di tahun 1969, yaitu dengan lahirnya
Arpanet, suatu proyek eksperimen Kementrian Pertahanan Amerika Serikat bernama
DARPA. Misi awalnya sederhana yaitu mencoba menggali teknologi yang dapat
menghubungkan para peneliti dengan berbagai sumber daya jauh seperti sistem
komputer dan pangkalan data yang besar. Arpanet berhasil membantu
membudidayakan sejumlah jaringan lain yang kemudian saling berhubungan. 25
tahun kemudian sistem ini berevolusi menjadi suatu ’organisme’ yang semakin
luas perkembangannya, yang mencakup puluhan juta orang dan ribuan jaringan.
Sebagian besar komputer dan jaringan
yang tersambungkan ke internet masih berkaitan dengan masyarakat pendidikan dan
penelitian. Kenyataan ini tidaklah mengejutkan karena internet memang lahirr
dari benih penelitian.
Menurut LaQuey yang membedakan
internet (dan Jaringan global lainnya) dari teknologi komunikasi tradisional
adalah tingkat interaksi dan kecepatan yang dapat dinikmati pengguna untuk
menyiarkan pesannya. Tak ada media yang memberi setiap penggunanya kemampuan
untuk berkomunikasi secara seketika dengan ribuan orang.
Internet unggul dalam menghimpun
berbagai orang, karena geografis tak lagi menjadi pembatas, berbagai orang dari
negara dan latar belakang yang berbeda dapat saling bergabung berdasarkan
kesamaan minat dan proyeknya. Internet menyebabkan begitu banyak perkumpulan
antara berbagai orang dan kelompok.
Menurut Reddick dan King (1996),
informasi yang menarik, tepat waktu dan cermat sangat penting untuk jurnalisme
yang baik.
B.
Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi
Massa
1. Kelebihan komunikasi massa
Komunikasi Massa diartikan sebagai
jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang
tersebar,heterogen, dan anonim melalui media cetak, atau elektronik sehingga
pesan yang sama dapat diterima secaraserentak dan sesaat.” (Rakhmat).Komunikasi
massa memiliki beberapa kelebihan juga kekurangan jika dibandingkan dengan
komunikasi lainnya,diantaranya:
Kelebihan
a. Komunikator terlambangkan
Komunikasi massa itu menggunakan
media massa, baik media cetak maupun elektronik. Apabila media komunikasi yang
digunakan adalah internet, tentu akan melibatkan orang seperti IT (Informasi
Teknologi) yang berkaitan dengan keamanan jaringan, data entry, fotografer, reporter,
editor, redaksi, dan lain sebagainya.
b. Pesan bersifat umum.
Komunikasi massa itu bersifat
terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan
untuk sekelompok orang tertentu. Oleh karenanya, pesan komunikasi massa bersifat
umum. Pesan komunikasi massa dapat bersifak fakta, peristiwa, atau opini. Namun
tidak semua fakta dan peristiwa yang terjadi di sekeliling kita dapat dimuat
dalam media massa. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apapun
harus memenuhi kriteria penting atau menarik, bahkan lebih baik lagi bila
penting sekaligus menarik bagi sebagian besar komunikan.
c. Komunikasi massa menimbulkan
keserempakan.
Kelebihan komunikasi massa
dibandingkan dengan komunikasi lainnya adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan
yang dicapainya relatif banyak dan tidak terbatas. Bahkan lebih dari itu,
komunikan yang banyak tersebut secara serempak pada waktu yang bersamaan
memperoleh pesan yang sama juga. Effendy mengartikan keserempakan media massa
itu adalah keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang
jauh dari komunikator dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan
terpisah. (Effendy, 2003: 28)
d. Komunikasi anonim dan heterogen
Dalam komunikasi massa, komunikator
tidak mengenal komunikan (anonim), karena komunikasinya menggunakan media dan
tidak tatap muka. Di samping anonim, komunkasi massa adalah heterogen karena terdiri
dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat dikelompokkan
berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar
belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi.
e. Efisiensi dan efektivitas informasi
Dalam penukaran/berbagi informasi
dengan yang lain Pesan yang disampaikan dengan komunikasi massa efektif karena
komunikatornya terlambangkan, selain itu efisien karena bersifat global.
2. Kekurangan komunikasi massa
a. Komunikasi massa bersifat satu arah
Secara singkat komunikasi massa itu
adalah komunikasi dengan menggunakan atau melalui media massa.Karena melalui
media massa maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak
langsung. Komunikator aktif menyampaikan pesan , komunikan pun aktif menerima
pesan, namun diantara keduanyatidak dapat melakukan dialog sebagaimana halnya
terjadi dalam komunikasi antarpesona. Dengan demikian,komunikasi massa itu
bersifat satu arah.
b. Stimulasi alat indra terbatas
Ciri komunikasi massa lainnya yang
dapat dianggap salah satu kelemahannya adalah stimulasi alat indra
yang“terbatas”. Dalam komuniaksi massa, stimulasi alat indra bergantung pada
jenis komunikasi massa. Padasurat kabar dan majalah, pembacanya harus melihat.
Pada radio siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar sedangkan pada
media televisi dan film, kita menggunakan indra penglihatan dan pendengaran.
c. Komunikasi mengutamakan isi
ketimbang himbauan
Setiap komunikasi melibatkan unsur
isi dan unsur hubungan sekaligus. Pada komunikasi massa yang penting adalah
unsur isi. Dalam komunikasi massa, pesan harus disusun sedemikian rupa
berdasarkan sistem tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik media massa
yang akan digunakan.
d. Mengandalkan peralatan teknis
Artinya, media massa sebagai alat
utama dalam penyampaian pesan kepada khalayaknya sangat memerlukan bantuan
peralatan teknis. Agar proses pemancaran atau penyebaran pesan lebih cepat dan
serentak kepada khalayak yang tersebar.
e. Umpan balik tertunda (delayed)
Komponen umpan balik atau feedback
merupakan faktor penting dalam bentuk komunikasi apapun. Efektivitas komunikasi
seringkali dapat dilihat dari feedback yang disampaikan komunikan. Umpan balik
ini bersifat langsung (direct feedback ) atau umpan balik yang bersifat
segera (immediate feedback ).
f. Informasi itu sangat berpengaruh
terhadap massa, entah itu baik maupun buruk informasi yang diberikan dalam
komunikasi massa bersifat umum sehingga semua kalangan dapat menerima dampak
dari informasi itu baik ataupun baik.
g. Pembocoran informasi yang tidak
diinginkan pada komunikasi massa, informasi yang disampaikan bersifat umum,
tidak ditujukan hanya kepada suatu kelompok saja, sehingga ketika ada ketidak sengajaan
penyebaran suatu informasi yang tidak diinginkan, maka akan agak sulit diatasi
karena informasi sudah tersebar secara luas dikalangan umum.
h. Biaya sangat tinggi karena
terjadinya penyewaan ruang di media massa, tetapi jika diakumulasi, biaya dapat
menjadi rendah. Ketepatan tergantung ketepatan waktu, dimana segmentasi yang
dituju menyaksikan acara TV, majalah, atau surat kabar.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Adapun macam-macam komunikasi massa diantaranya
surat kabar, majalah, radio, televise, film, computer dan internet.
2. Kelebihan komunikasi massa ialah
Komunikator Terlambangkan, Pesan Bersifat Umum, Komunikasi Massa Menimbulkan
Keserempakan, Komunikasi Anonim dan Heterogen dan Efisiensi dan efektivitas
informasi.
3. Kekurangan komunikasi massa ialah
komunikasi massa bersifat satu arah, stimulasi alat indra terbatas, komunikasi
mengutamakan isi ketimbang himbauan, mengandalkan peralatan teknis, umpan balik
tertunda (delayed), Pembocoran informasi yang tidak diinginkan pada komunikasi
massa dan biaya yang tinggi.
B.
Saran
Demikian pembahasan dari makalah
kami.Kami berharap semoga pembahasan dalam makalah ini dapat membantu dan
bermanfaat bagi pembaca.Dan kami pun berharap pula kritik dan saran dari pembaca
untuk kesempurnaan dalam tugas kami selanjutnya. Sekian dan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Ardianto,Elvinaro, Komala, Lukiati dan Karlinah,
Siti. 2007. Komunikasi Massa: Suatu
Pengantar. Ed.Revisi. Bandung. Simbiosa Rekatama Media.
https://www.google.co.id/search?q=MAKALAH+KOMUNIKASI+MASSA&ie=utf-8&oe=utf-8&rls=org.



0 komentar:
Posting Komentar