Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 14 November 2014

PENCEGAHAN TERORISME



DIALOG PUBLIK : PENCEGAHAN TERORISME


 








RAMADHAN
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu mengadakan Dialog Nasional pada jum’at (14/11) 2014. Kegiatan tersebut dilakasanakan di auditorium IAIN Palu. Tema yang diangakat dalam dialog tersebut ialah Pencegahan Terorisme di Kampus.
Adapun narasumber yang dihadirkan pada kegiatan tersebut ialah prof. Dr. Zainal abidin, MA., (Rektor IAIN Palu), syarifuddin suding (Anggota DPR RI), Bpk. Hery purwanto ( Deputi III KNPT), Dr. Lukman S. Taher, dan Prof. Irfan idris. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Ust. Ali Fauzi Manza. Beliau adalah adik kandung dari Ali Imron dan Amrozi (terorisme yang di hukum mati di pulau Hambalan).
Antusias mahasiswa dalam mengikuti kegiatan tersebut punsangat luar biasa. Pada awalnya panitia hanya menargetkan peserta sebanyak 500 orang namun ternyata peserta yang membeludak. Peserta yang hadir mencapai 1000 lebih mahasiswa.
Rektor IAIN Palu dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Kerja sama ini sangat penting karena mengingat banyaknya aliran-aliran atau kelompok-kelompok satu agama, kelompok-kelompok yang mengatas namakan agama. Dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini Indonesia khususnya Sulawsi Tengah menjadi semakin damai dan semakin sejahtera.
Heri purwanto pun dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak mudah melakukan pencegahan terorisme. “Kami melakukan pencegahan sama seperti mereka melakukan penyebaran”, Ujar beliau. Ia juga mengatakan ada empat proses yang dilakukan dalam merubah mainset seseorang sehingga mau menjadi terorisme. Diantanya ialah merubah ideologinya, mempengaruhi perasaan dalam alam pikiran, konspirasi teologi dan menafsirkan ayat-ayat atau dogma-dogma secara sepenggal-penggal.
Syarifuddin suding pun selaku pejabat pemerintah sangat mendukung kegiatan tersebut. “Kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang aliran-aliran radikalisme  yanga mengatas namakan agama”, ujar beliau. Tidak ketinggalan dalam kegiatan tersebut Ust. Ali Fauzi. Ia banyak bercerita tentang pengalamannya ketika menjadi anggota Jihad. Ia pernah dikirim ke Moro, Afganistan Pilipina, Thailand Timur dan lain sebagainya.
Adapun alasannya Ali Fauzi berubah ialah karena banyaknya korban yang tidak salah apa-apa dan korbannya pun kebanyakan umat Muslim. Peserta pun sangat tertarik mendengarkan pengalaman yang diceritakan oleh ust ali fauzi. Hal ini terlihat saat sesi tanya jawab dengan ust. Ali Fauzi.
Mahasiswa pun sangat mengharapkan kegiatan-kegiatan seperti dapat terus dilaksanakan. Mengingat bahwa Sulawesi Tengah pernah menjadi sarang terorisme. Mukti ali alah satu mahasiswa peserta dialog tersebut mengatakan sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada kita serta cara pencegahan agar kita tidak mudah ikut dalam aliran-aliran radikalisme bahkan terorisme”, ujar mahasiswa tersebut.
(Ramadhan)

Selasa, 11 November 2014

HARI CUCI TANGAN SEDUNIA



PERAYAAN HARI CUCI TANGAN  PAKAI SABUN SEDUNIA

PALU – PT. Unilever bekerja sama dengan Sekolah Dasar sekota Palu mengadakan Kegiatan Cuci Tangan Sedunia pada hari sabtu (08/11) 2014. Kegiatan yang pertama kali diadakan di Kota Palu tersebut diadakan di Millenium Waterpark Palu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh wakil Walikota Palu dan juga Kepala Dinas Kota Palu. Kegiatan tersebut diikuti oleh 700 siswa/siswi dari 21 Sekolah Dasar seKota Palu.
Andi Mulhanan Tombolotutu (Wakil Walikota Palu) dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. Dan diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan. “Hal ini sangat penting karena pendidikan dan kesehatan sangat berkaitan, sehingga hal ini perlu dilestarikan”, ujar beliau.
Andi Mulhanan dalam konfrensi persnya dengan para awak media mengatakan kegiatan ini sangat penting untuk membentuk kepribadian anak-anak. Karena sesuatu yang baik harus dimulai dari hal-hal yang kecil. Dan diharapkan kegiatan seperti ini di tahun-tahun yang akan datang dapat dilakukan di semua sekolah di Kota Palu.
Antusias para siswa sekolah dasar pun sangat luar biasa, hal ini dapat dilihat dari bersemangat para siswa/siswa mengikuti seluruh rangkaian acara dalam kegiatan tersebut. Muh. Febriasyah salah seorang siswa asal Sekolah Dasar 1 Inpres Silae mengatakan sangat senang mengikuti kegiatan cuci tangan tersebut. “Saya senang sekali ikut kegiatan ini karena bisa bermain bersama teman-teman”, ujarnya. (Ramadhan)
 
Blogger Templates